PT Equityworld Futures Semarang – Emas Koreksi, Tapi Geopolitik Pegang Kendali
PT Equityworld Futures Semarang – Emas koreksi tipis di sesi Eropa hari Selasa (10/2), tapi masih bertahan di atas $5.000/oz karena pasar lagi “nahan napas” jelang rangkaian data AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Emas spot turun sekitar 0,2% ke $5.047,11/oz.
Yang membuat emas tetap bertahan bukan cuma soal data dan dolar yang cenderung melemah, tapi juga karena risk premium geopolitik belum hilang. Paling panas: tensi AS–Iran kembali bikin Selat Hormuz jadi sorotan. AS baru mengeluarkan panduan bagi kapal berbendera AS yang melintas agar menjauh dari perairan teritorial Iran dan menolak permintaan naik kapal secara verbal—sinyal bahwa Washington menganggap risiko di jalur energi terpenting dunia itu sedang “naik level”.
Pasar paham betul, Hormuz itu bukan sekadar headline: sebagian besar aliran energi kawasan Teluk lewat jalur itu, jadi setiap eskalasi (bahkan cuma “aturan melintas”) bisa mengubah kalkulasi risiko suplai. Apalagi, meski pembicaraan nuklir AS–Iran yang dimediasi Oman disebut berjalan konstruktif, isu inti seperti pengayaan uranium dan tuntutan lain masih jadi titik keras yang bikin ketidakpastian nempel.
Di front lain, “bahan bakar” ketidakpastian juga datang dari Eropa–Rusia. Uni Eropa mengusulkan paket sanksi baru yang untuk pertama kalinya menarget pelabuhan di negara ketiga (Georgia & Indonesia) yang menangani minyak Rusia. Kalau pengetatan ini bergerak dari dokumen ke eksekusi, pasar energi dan biaya logistik (kapal, asuransi, rute) bisa ikut terpengaruh—dan ujungnya, emas kebagian aliran safe-haven.
Sementara itu, Macron ikut meniup peluit: ia memperingatkan Eropa harus siap menghadapi “momen permusuhan” baru dari AS dan menyebut “momen Greenland” sebagai alarm agar EU mempercepat reformasi daya saing serta kemandirian strategis. Buat pasar, pesan seperti ini mempertebal narasi dunia makin fragmentasi—yang historisnya cenderung mendukung aset lindung nilai seperti emas.
Jadi, meski emas hari ini turun tipis, konteksnya lebih ke profit taking + wait-and-see. Selama geopolitik masih panas (Hormuz) dan peta sanksi/konflik ekonomi makin melebar (Rusia–EU, tensi EU–AS), koreksi bisa cepat berubah jadi “dip-buying”—terutama kalau data AS bikin dolar melemah atau pasar menilai Fed harus lebih dovish.




Komentar
Posting Komentar