PT Equityworld Futures Semarang – Minyak Rally, Arus Hormuz Jadi Titik Kritis
PT Equityworld Futures Semarang – Harga minyak memperpanjang lonjakan pada Rabu (4/3) seiring pasar terus menempel pada risiko gangguan pasokan akibat eskalasi konflik AS–Israel–Iran dan gangguan arus pengapalan di Selat Hormuz. Brent dan WTI menambah kenaikan setelah reli tajam dua hari terakhir, ketika premi risiko geopolitik kembali mendominasi pembentukan harga.
Pada pukul 09.35 ET, Brent naik sekitar 3% ke kisaran US$84 per barel, sementara WTI menguat ke area US$76–77 per barel.
Konflik yang memasuki hari kelima telah memicu kekhawatiran pasar bahwa gangguan logistik dapat merembet ke hulu produksi. Reuters melaporkan Irak memangkas output karena jalur ekspor terdampak, dengan pemangkasan terbesar terjadi di Rumaila dan West Qurna 2, dan ada risiko penurunan lebih dalam jika hambatan pengiriman berlanjut karena keterbatasan kapasitas penyimpanan di pelabuhan selatan.
Selat Hormuz menjadi fokus karena merupakan titik sempit strategis bagi arus minyak dan LNG global. Ketika lalu lintas kapal dan risiko asuransi meningkat, pelaku pasar cenderung menambahkan premi risiko pada harga minyak untuk mengkompensasi ketidakpastian pasokan jangka pendek, termasuk potensi penundaan pengiriman dan rerouting.
Dari sisi transmisi makro, kenaikan minyak memperbesar risiko inflasi energi dan dapat menggeser ekspektasi suku bunga, terutama jika lonjakan bertahan. Goldman Sachs, misalnya, menyoroti skenario penurunan arus Hormuz dapat memperketat neraca pasokan global, menambah tekanan pada persediaan OECD, dan menjaga risiko harga condong ke atas bila gangguan berlangsung lebih lama atau infrastruktur energi ikut terdampak.
Ke depan, pasar akan memantau status operasional Selat Hormuz dan arus tanker, perkembangan produksi dan ekspor Irak, serta pergerakan premi risiko (termasuk biaya asuransi dan freight) yang menjadi sinyal seberapa cepat gangguan pasokan diterjemahkan ke harga.
Komentar
Posting Komentar