Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

PT Equityworld Futures Semarang – Emas Stagnan, Investor Tunggu Detente AS-Iran dan Fed Minutes

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas hampir tidak bergerak pada Rabu (20/5), di tengah tekanan dari melonjaknya imbal hasil obligasi pemerintah dan penguatan dolar, sementara harapan untuk meredanya konflik AS-Iran tetap menjadi perhatian. Pada sesi Eropa pagi ini, harga spot emas diperdagangkan di $4.480,57 per ons, sementara kontrak emas berjangka turun tipis 1,6% menjadi $4.482,80 per ons. Kenaikan harga minyak akibat perang di Iran memicu kekhawatiran inflasi global yang bisa mendorong bank sentral menaikkan suku bunga. Imbal hasil obligasi 30-tahun AS melonjak ke level tertinggi sejak krisis finansial 2007, menekan harga emas karena aset non-imbal hasil ini biasanya bergerak berlawanan arah dengan obligasi. Penguatan dolar juga membuat emas lebih mahal bagi pembeli luar negeri. Investor kini menantikan rilis minutes Federal Reserve dari pertemuan April untuk melihat arah kebijakan suku bunga selanjutnya. Meski demikian, harapan perdamaian AS-Iran tetap hidup. Preside...

PT Equityworld Futures Semarang – Franc Tertahan Meski Data Swiss Solid

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – USD/CHF menguat pada Selasa (19/5) dan diperdagangkan di sekitar 0,7870, naik sekitar 0,35%. Penguatan terjadi saat dolar AS kembali didukung ekspektasi kebijakan moneter yang lebih hawkish di Amerika Serikat. Pasar menilai kenaikan imbal hasil obligasi AS menjadi pendorong utama. Yield Treasury AS tenor 10 tahun naik ke sekitar 4,613%, mendekati level tertinggi sejak Februari 2025, mencerminkan kekhawatiran investor bahwa harga energi yang tinggi dapat kembali menekan inflasi. Sejalan dengan itu, pelaku pasar semakin yakin The Fed akan bertahan ketat lebih lama. Pemangkasan suku bunga untuk sisa tahun ini disebut sudah “dipangkas habis” oleh pasar, sementara peluang kenaikan suku bunga 25 bps pada pertemuan Desember diperkirakan sekitar 38% berdasarkan CME FedWatch. Reuters juga mengutip komentar Lou Brien (DRW Trading) yang menilai pergerakan pasar mencerminkan ketidakpastian soal bagaimana Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, akan menangani i...

PT Equityworld Futures Semarang – Dolar Tergelincir, Yield Tenor Panjang Tetap Tinggi saat Minyak Pangkas Kenaikan

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Indeks dolar Bloomberg melemah 0,1% pada awal pekan, setelah reli 1,2% pekan lalu—kenaikan mingguan terbesar dalam lebih dari dua bulan. Pergerakan dolar terjadi ketika reli minyak mulai terpangkas, sementara imbal hasil obligasi pemerintah tenor panjang bertahan dekat level tertinggi multi-tahun di berbagai negara. Brent masih diperdagangkan sekitar 1% lebih tinggi di area US$110 per barel setelah sempat naik hingga 2,5%. Presiden AS Donald Trump kembali menekan Iran agar menyepakati kesepakatan untuk mengakhiri perang, menjaga pasar tetap sensitif terhadap risiko energi yang bisa berimbas ke inflasi. Di pasar obligasi, yield Treasury AS tenor 30 tahun stabil dekat level tertinggi sejak 2023. Di Jepang, yield obligasi tenor panjang melonjak lebih tajam, dengan yield tenor 30 tahun naik hingga sekitar 20 bps ke level tertinggi sejak penerbitan pertamanya pada 1999. Yen menjadi satu-satunya mata uang G10 yang melemah terhadap dolar, dengan USD/JPY...

PT Equityworld Futures Semarang – Emas Melemah di Bawah $4.700, Bertahan di Sesi Eropa

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas (XAU/USD) bertahan dalam tekanan pada sesi Eropa Rabu (13/05), diperdagangkan sedikit di bawah $4.700. Bias jual masih terbatas karena belum ada dorongan bearish yang kuat, namun penguatan dolar AS membuat emas melanjutkan pelemahan untuk hari kedua. Hal tersebut utamnya dipicu dari data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan. CPI headline naik ke 3,8% yoy pada April (mendekati level tertinggi hampir tiga tahun), sementara inflasi inti naik 0,4% (mom) dan 2,8% (yoy), menjauh dari target The Fed 2%. Sedangkan, repricing ekspektasi suku bunga membuat pasar memperhitungkan sekitar 35% peluang kenaikan suku bunga hingga akhir tahun, memperkuat bias hawkish. Kenaikan ekspektasi kebijakan ini ikut mendorong yield Treasury AS lebih tinggi, yang memperpanjang reli dolar. Yield tenor panjang sempat menyentuh area 5,0% dan yield tenor pendek tetap dekat 4%, menegaskan tekanan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil. Di saat yang sama, k...

PT Equityworld Futures Semarang – Emas Turun Saat Risiko Inflasi Naik Usai Trump Tolak Proposal Iran

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas melemah setelah Presiden AS Donald Trump menolak respons terbaru Iran atas proposal perdamaian untuk mengakhiri perang di Timur Tengah, memperkuat kekhawatiran inflasi dan menekan prospek pemangkasan suku bunga. Bullion sempat turun hingga 1,4% ke bawah US$4.650 per ons, sementara pasar menilai Washington dan Teheran masih jauh dari kesepakatan kerangka damai, dengan Trump menyebut respons Iran “totally unacceptable.” Pada 10:19 pagi waktu London, spot gold turun 1,1% ke US$4.665,02 per ons, indeks dolar Bloomberg naik 0,1%, sementara perak stabil di US$80,27 dan platinum serta palladium melemah. Tekanan pada emas muncul lewat kanal inflasi: dampak perang terhadap harga energi dinilai mengurangi ruang bank sentral untuk melonggarkan kebijakan, kondisi yang biasanya mendukung aset tanpa imbal hasil seperti emas. Serangan akhir pekan juga menyoroti rapuhnya gencatan senjata yang dimulai 8 April, termasuk insiden drone pada Minggu yang se...

PT Equityworld Futures Semarang – Emas Siap Catat Kenaikan Mingguan, Pasar Tunggu NFP AS

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas menguat pada Jumat (8/5) dan berada di jalur mencatat kenaikan mingguan ketika investor menyeimbangkan optimisme atas potensi kesepakatan damai AS-Iran dengan kehati-hatian terkait gencatan senjata yang masih rapuh, menjelang rilis data tenaga kerja AS. Emas spot naik 0,7% menjadi US$4.717,47 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS menguat 0,4% ke US$4.727,56. Sepanjang pekan ini, bullion naik hampir 2% setelah memantul dari level terendah satu bulan pada awal Mei. Perhatian pasar tetap tertuju pada dinamika Timur Tengah setelah pasukan AS dan Iran saling tembak pada Kamis di dekat Selat Hormuz, yang disebut sebagai pelanggaran paling serius sejak gencatan senjata berlaku sekitar sebulan terakhir. Iran menyatakan kondisi di wilayah pesisir terdampak kembali normal, sementara Presiden Donald Trump mengatakan gencatan senjata masih berjalan. Di tengah ketidakpastian tersebut, emas mempertahankan daya tariknya sebagai aset lindung ni...

PT Equityworld Futures Semarang –Harga Emas Didukung Oleh Pemintaan Yang Solid

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas diperkirakan masih mendapat dukungan kuat dari permintaan institusional, termasuk pembelian dari bank sentral. UBS Global Wealth Management Chief Investment Office menilai pelemahan emas dalam dua pekan terakhir kemungkinan hanya bersifat sementara. Menurut UBS, tekanan pada emas sebelumnya muncul karena kenaikan harga energi yang ikut menopang dolar AS. Ketika dolar menguat, harga emas biasanya lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan jangka pendek bisa ikut tertahan. Namun, permintaan dari investor besar masih dinilai solid. UBS mencatat minat kuat dari sovereign wealth fund di Timur Tengah menunjukkan permintaan institusional terhadap emas semakin meluas, bukan hanya berasal dari bank sentral. Pembelian dari sektor resmi tersebut dipandang sebagai penopang struktural bagi harga emas. Artinya, selama bank sentral dan lembaga besar masih aktif mengakumulasi emas, ruang penguatan logam mulia tetap terbuka. UBS memp...

PT Equityworld Futures Semarang – Minyak Turun, Pasar Evaluasi Risiko Gangguan Pasokan AS–Iran

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga minyak melemah pada perdagangan Selasa (5/5) seiring pelaku pasar menilai kembali risiko gangguan pasokan jangka pendek di tengah ketegangan terbaru antara Amerika Serikat dan Iran. Minyak Brent turun sekitar 1,3% ke kisaran US$112,85 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah 2,5% ke sekitar US$103,78 per barel, setelah keduanya melonjak tajam pada sesi sebelumnya. Gencatan senjata rapuh antara AS dan Iran tampak kembali terancam setelah serangan drone dan rudal Iran menghantam Uni Emirat Arab. Di sisi lain, Washington menyatakan telah menenggelamkan kapal Iran di Selat Hormuz, jalur strategis pengiriman energi global. Situasi ini meningkatkan ketidakpastian pasar, meskipun belum ada gangguan pasokan besar yang terkonfirmasi. Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi konsekuensi berat jika menyerang kapal AS yang mengamankan lalu lintas komersial di selat tersebut. Pernyataan keras ini mempertegas s...

PT Equityworld Futures Semarang – Minyak Naik Tipis, Kesepakatan AS–Iran Belum Terlihat dan Pasokan Ketat

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga minyak menguat terbatas pada Senin (4/5), yang ditopang belum adanya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang membuat pasokan tetap terkendala dan harga bertahan di atas level psikologis US$100 per barel. Brent naik 0,6% ke US$108,84 per barel, sementara WTI naik 0,6% ke US$102,59 per barel, setelah keduanya terkoreksi pada penutupan Jumat. Analis Phillip Nova, Priyanka Sachdeva, menilai pasar masih ditopang ketatnya kondisi pasokan akibat gangguan distribusi dan ketidakpastian geopolitik. Menurutnya, tanpa resolusi yang jelas dan berkelanjutan yang memulihkan arus normal melalui Selat Hormuz, harga minyak cenderung tetap tinggi, dengan risiko masih condong ke arah kenaikan. Sementara Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington akan mulai melakukan upaya membantu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz. Namun, pelaku pasar masih melihat jalur pelayaran di perairan strategis tersebut tetap terbatas, sementara kesepakatan d...

PT Equityworld Futures Semarang – Emas Naik Saat Kekhawatiran Eskalasi Meningkat

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Emas rebound setelah melemah tiga sesi beruntun, di tengah meningkatnya kembali permintaan aset safe haven menyusul laporan Axious yang mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump akan menerima pengarahan tentang opsi militer baru untuk bertindak di Iran. Disaat bersamaan, spot gold naik 1,5% ke US$4.616,42 per ons pada 09:58 pagi di London, setelah sempat menguat hingga 1,8% dan kembali diperdagangkan di atas US$4.600. Penguatan ini datang setelah emas terkoreksi 3,4% dalam tiga sesi sebelumnya. Pergerakan emas kali ini terjadi bersamaan dengan reli minyak, ketika harga crude menyentuh tertinggi empat tahun di US$126 per barel, seiring pasar menilai prospek eskalasi konflik Timur Tengah. Axios juga melaporkan Kepala US Central Command, Laksamana Brad Cooper, dijadwalkan memberi briefing pada Kamis. Namun dari sisi fundamental, emas masih berada dalam tarikan berlawanan: lonjakan energi berisiko memperpanjang tekanan inflasi dan mendorong suku bung...

PT Equityworld Futures Semarang – Emas Turun Saat Pasar Madih Dalam Kondisi Menimbang

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas melemah saat pelaku pasar menilai perkembangan upaya diplomatik untuk mengakhiri perang AS-Iran, sementara Selat Hormuz masih sebagian besar tertutup bagi pelayaran dan menjaga gangguan pasokan energi. Bullion sempat turun hingga 1,4% ke bawah US$4.620 per troy ounce. Iran disebut membuka peluang kesepakatan sementara untuk membuka kembali jalur tersebut sebagai imbalan penghentian blokade AS atas pelabuhan Iran, namun Presiden Donald Trump dan tim keamanan nasionalnya dilaporkan skeptis. Di saat yang sama, reli minyak berlanjut. Guncangan pasokan energi selama delapan pekan konflik menambah risiko inflasi, memperkuat kemungkinan bank sentral menahan suku bunga lebih lama atau bahkan mempertimbangkan kenaikan, yang menjadi hambatan bagi emas sebagai aset tanpa imbal hasil. Sejak konflik dimulai akhir Februari, emas tercatat turun sekitar 12%. Pekan ini, perhatian pasar juga tertuju pada keputusan suku bunga di AS, Uni Eropa, Inggris, d...

PT Equityworld Futures Semarang – Emas Stabil di Atas US$4.700 saat Upaya Damai AS-Iran Stagnan

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas bergerak stabil pada awal pekan seiring upaya untuk memulai kembali pembicaraan damai antara AS dan Iran kembali tersendat, sementara arus energi melalui Selat Hormuz masih tersendat dua bulan sejak konflik memicu guncangan pasar global dan menambah risiko inflasi. Bullion diperdagangkan dalam rentang sempit di atas US$4.700 per ons pada Senin (27/04), setelah Axios melaporkan Iran menyampaikan proposal baru kepada AS untuk membuka kembali Hormuz, namun menunda negosiasi terkait program nuklirnya. Pada akhir pekan, Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana perjalanan para utusan utamanya ke Pakistan, sementara Teheran menegaskan tidak akan bernegosiasi selama masih berada di bawah ancaman. Pasar juga memantau dinamika minyak, yang menguat seiring Hormuz dinilai “hampir tidak bisa dilalui” akibat blokade dari kedua pihak. Kejut pasokan energi ini meningkatkan risiko inflasi dan memperbesar peluang bank sentral mempertahankan suku bun...

PT Equityworld Futures Semarang – Emas Menguat Ditopang Dolar yang Lemah

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas berbalik naik pada Rabu, ditopang pelemahan dolar AS setelah Presiden Donald Trump mengumumkan perpanjangan kesepakatan gencatan senjata dengan Iran, yang memicu harapan hati-hati bahwa ketegangan di Timur Tengah bisa mereda lebih lama. Pada pukul 06:07 ET (10:07 GMT), spot gold naik 0,7% ke US$4.750,76 per ons, sementara emas berjangka menguat 1,1% ke US$4.769,41 per ons. Kenaikan ini terjadi setelah emas sempat menanggung tekanan pada sesi sebelumnya. Penguat utama bullion datang dari dolar AS yang melemah, membuat emas relatif lebih murah bagi pembeli luar negeri. Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang tercatat turun 0,1%, membantu menopang permintaan emas di tengah pasar yang masih sensitif terhadap arah sentimen risiko. Di sisi lain, pasar tetap mencermati sinyal kebijakan moneter AS. Tekanan pada emas sebelumnya muncul setelah Kevin Warsh, kandidat Ketua Federal Reserve, menyatakan tidak memberikan janji kep...

PT Equityworld Futures Semarang – Dolar Menguat Tipis, Pasar Tunggu Kejelasan Perundingan Iran

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Dolar AS melanjutkan penguatan terhadap hampir seluruh mata uang G-10 pada Senin (21/04). Penguatan ini sejalan dengan pelaku pasar yang menunggu kepastian apakah Iran akan bergabung dalam pembicaraan yang berpotensi memperpanjang gencatan senjata di Timur Tengah. Bloomberg Dollar Spot Index naik 0,2% setelah turun 0,1% pada Senin. Di pasar obligasi, imbal hasil US Treasury 10 tahun relatif stabil di 4,25%, menjelang kesaksian Kevin Warsh di hadapan Senate Banking Committee dalam agenda terkait ketua Federal Reserve. Aktivitas opsi juga cenderung sepi, dengan volume sekitar 70% dari rata-rata terbaru, sementara volatilitas tersirat bertahan dekat level terendah siklus di mata uang utama. Di sisi lain, USD/JPY naik hingga 0,3% ke 159,26, dengan volatilitas jangka pendek yen menghapus penurunan pada Senin dan mulai memasukkan risiko menjelang rapat Bank of Japan pekan depan. Dari sisi teknikal, penyempitan Bollinger Band disebut berada di level ter...

PT Equityworld Futures Semarang – Minyak Naik, Risiko Hormuz Kembali Tambah Premi Geopolitik

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga minyak dan gas menguat setelah Angkatan Laut AS menyita kapal Iran, memperuncing ketegangan yang kembali mengganggu lalu lintas di Selat Hormuz. Brent diperdagangkan mendekati $95 per barel pada Senin (20/06), memulihkan sekitar setengah penurunan tajam pada Jumat, sementara gas Eropa naik sekitar 3%. Pergerakan ini terjadi setelah Teheran kembali menutup titik sempit tersebut pada Sabtu, menyusul klaim bahwa blokade AS terhadap kapal terkait Iran melanggar kesepakatan gencatan senjata yang berakhir Selasa. Ketidakpastian juga membayangi rencana pembicaraan damai, dengan Iran disebut masih meninjau proposal AS, sementara delegasi tingkat tinggi AS dijadwalkan ke Islamabad untuk pembicaraan pada Selasa. Saluran utama ke harga adalah kendala fisik pasokan dan logistik, bukan sekadar sentimen. Gangguan arus, waktu pelayaran yang lebih panjang, serta kenaikan biaya freight dan asuransi membuat pasokan efektif mengetat, menjaga premi risiko teta...

PT Equityworld Futures Semarang – Minyak Stabil, Pasar Tunggu Sinyal Talk AS–Iran dan Data EIA

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga minyak bergerak tipis pada Rabu (15/4) ketika pasar menilai peluang pembicaraan baru AS–Iran dan potensi pelepasan pasokan dari Timur Tengah, di tengah ekspor yang masih tertekan karena Selat Hormuz tetap tersendat. Brent naik 0,5% ke US$95,22/barel pada 08:21 GMT setelah turun 4,6% sehari sebelumnya, sementara WTI turun 0,2% ke US$91,11/barel setelah anjlok 7,9% pada sesi sebelumnya. Perang telah membuat arus melalui Hormuz—jalur utama minyak mentah dan produk olahan dari Teluk ke pembeli global, terutama Asia dan Eropa—berjalan jauh di bawah level normal. Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Teheran bisa dilanjutkan pekan ini, meski perundingan akhir pekan berakhir tanpa kesepakatan. Namun AS juga menerapkan blokade terhadap pelayaran yang keluar dari pelabuhan Iran; militer AS menyatakan langkah tersebut telah menghentikan perdagangan laut masuk-keluar Iran. Di pasar fisik, ketatnya suplai memaksa kilang mencari alterna...

PT Equityworld Futures Semarang – AS–Iran Siapkan Putaran Kedua, Tekanan Hormuz Tetap Jalan

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Amerika Serikat dan Iran disebut tengah membahas putaran kedua pertemuan tatap muka untuk menghidupkan kembali negosiasi gencatan senjata, setelah pembicaraan terakhir gagal menghasilkan terobosan. Menurut Bloomberg News, opsi pembicaraan baru diupayakan berlangsung sebelum gencatan senjata dua pekan yang diumumkan 7 April berakhir pekan depan, dengan Islamabad termasuk salah satu lokasi yang dipertimbangkan bersama sejumlah tempat lain. Dorongan diplomasi ini muncul setelah pertemuan yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance di Islamabad pada akhir pekan lalu berakhir tanpa kesepakatan. Kedua pihak saling menyalahkan kebuntuan: Washington menyoroti penolakan Iran menahan ambisi nuklir, sementara Teheran menilai tuntutan AS terlalu berlebihan. Di saat bersamaan, Presiden Donald Trump mengatakan Iran telah menghubungi AS dan mencari kesepakatan, namun Washington tetap melanjutkan rencana blokade angkatan laut di sekitar Selat Hormuz sebagai alat tekan...

PT Equityworld Futures Semarang – Perak Sideways, Risiko “Higher for Longer” Menguat

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga perak relatif stabil pada Selasa (7/4) setelah dua sesi melemah, dengan XAG/USD terakhir diperdagangkan di sekitar US$72,8–US$72,9 per troy ounce. Pelaku pasar menimbang ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menargetkan infrastruktur sipil Iran—termasuk pembangkit listrik dan jembatan—jika syaratnya tidak dipenuhi hingga Selasa pukul 20.00 ET, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz. Isu ini menutup ruang pemulihan meski terdapat sinyal diplomasi terkait potensi jeda konflik lewat mediator. Dari sisi fundamental, lonjakan harga energi selama perang meningkatkan risiko inflasi dan memperkuat skenario suku bunga tinggi lebih lama. Kanal ini biasanya menekan logam tanpa imbal hasil seperti perak, karena biaya peluang memegang aset non-yielding meningkat ketika yield tetap tinggi. Pasar kini menanti sinyal berikutnya dari komunikasi The Fed, terutama rilis notulen FOMC dan data inflasi, untuk menilai apakah tekanan harga dari energi akan menun...

PT Equityworld Futures Semarang – Emas, Perak Turun, Pasar Ragu Rencananya Trump Keluar dari Perang Iran

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas dan perak berbalik melemah, seiring tekanan jual juga terjadi pada logam industri dan saham setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump memupus harapan investor terhadap kejelasan jadwal berakhirnya perang. Harga emas spot turun sekitar 3% ke kisaran US$4.670 per troy ounce, sementara perak spot turun lebih dari 5%. Pelemahan pada Kamis dipicu kekhawatiran bahwa lonjakan harga minyak akan mendorong inflasi kembali naik, sehingga bank sentral cenderung mempertahankan sikap lebih ketat. Dalam kondisi suku bunga tinggi, emas biasanya kurang menarik karena tidak menghasilkan imbal hasil, berbeda dengan aset berbunga. Sejak perang dimulai, emas telah turun sekitar 11% dari level tertinggi historisnya, mencerminkan perubahan persepsi pasar dari “lindung nilai” ke “aset yang rentan dilikuidasi” saat volatilitas meningkat. Koreksi pada Kamis juga dinilai dipicu aksi ambil untung menjelang libur panjang Paskah, ketika sebagian pelaku pasar memi...

PT Equityworld Futures Semarang – Emas Bertahan di Dekat US$4.500, Perang Iran Masuk Pekan Kelima

Gambar
PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas menemukan pijakan di kisaran US$4.500 per troy ounce seiring perang Iran memasuki pekan kelima, dengan aksi beli saat harga turun (dip-buying) membantu menahan tekanan. Emas membukukan kenaikan mingguan pertama sejak konflik Timur Tengah pecah, sementara pelaku pasar menunggu kepastian seberapa lama perang akan berlangsung. Bullion tetap menunjukkan ketahanan meski harga minyak terus naik dan pasar saham melemah. Ini mengindikasikan sebagian investor mulai memanfaatkan koreksi emas yang terjadi sepanjang sebulan terakhir, ketika kekhawatiran inflasi meningkat dan peluang pemangkasan suku bunga memudar. Namun, arah harga tetap sensitif terhadap headline geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter. Situasi di lapangan memberi sinyal eskalasi. Keterlibatan kelompok Houthi yang didukung Iran pada akhir pekan memperluas spektrum konflik, seiring bertambahnya pasukan AS di kawasan. Di saat sejumlah negara—termasuk Pakistan, Mesir, Arab Saudi, dan ...

PT Equityworld Futures Semarang – Minyak Menguat Pasca Trump Klaim 10 Tanker Lolos Hormuz

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga minyak menguat pada Jumat (27/3) setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran mengizinkan 10 tanker melintas Selat Hormuz pekan ini sebagai “hadiah” bagi AS, memberi sinyal pelonggaran terbatas di jalur pelayaran yang krusial bagi pasokan global. Kontrak Brent Mei naik 1,7% ke US$109,79/barel, berbalik dari pelemahan sebelumnya, sementara WTI Mei naik 1,8% ke US$96,18/barel. Sementara Trump menyebut langkah itu sebagai gestur itikad baik di tengah proses diplomatik yang ia klaim sedang berlangsung, sekaligus menjelaskan pernyataan “present” yang sempat ia lontarkan tanpa detail beberapa hari sebelumnya. Meski arus tanker tertentu disebut kembali berjalan, analis menilai pasar minyak tetap rapuh. Rystad Energy menilai pasar sempat “menyerap” gangguan Hormuz selama hampir empat pekan berkat penyangga sementara seperti surplus pra-perang, crude-on-water, dan kebijakan pelepasan pasokan. Namun fase itu dinilai mendekati akhir seiring akumul...

PT Equityworld Futures Semarang – Emas Turun saat Jalur Damai AS-Iran Masih Buram

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas kembali turun pada sesi awal eropa Kamis (26/3) setelah sempat pulih tipis selama dua sesi terakhir, seiring pasar menilai pernyataan yang saling bertolak belakang dari Amerika Serikat dan Iran terkait peluang berakhirnya perang di Timur Tengah. Ketidakjelasan arah diplomasi membuat pelaku pasar kembali berhati-hati terhadap prospek logam mulia dalam jangka pendek. Bullion sempat merosot hingga 2% dan turun ke bawah US$4.420 per ounce, menghapus sebagian besar kenaikan yang tercatat dalam dua hari sebelumnya. Gedung Putih menegaskan pembicaraan untuk mengakhiri konflik dengan Iran masih berlangsung, namun Teheran secara terbuka menolak pendekatan dari AS dan justru mengajukan syaratnya sendiri. Di saat yang sama, Washington juga mengirim ribuan pasukan tambahan ke kawasan, sehingga memicu kekhawatiran akan kemungkinan invasi darat yang lebih berisiko. Sejak perang pecah hampir satu bulan lalu, harga emas telah turun lebih dari 15%. Per...

PT Equityworld Futures Semarang – Minyak Turun 5% Usai Muncul Sinyal De-eskalasi Selat Hormuz

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga minyak turun tajam pada Rabu (25/3) setelah muncul sinyal de-eskalasi terkait Selat Hormuz, di tengah klaim Presiden AS Donald Trump bahwa Washington dan Teheran “sedang berada dalam negosiasi,” meski Iran tetap membantah adanya pembicaraan langsung. Pelemahan minyak mencerminkan pasar yang cepat “mengurangi” premi risiko ketika muncul indikasi arus pelayaran dapat kembali berjalan—meski masih bersyarat. Kontrak berjangka Brent turun 5,5% ke $98,72/barel, sementara WTI melemah 5,1% ke $87,65/barel. Dari Oval Office, Trump mengatakan ia mundur dari ancaman serangan terhadap infrastruktur energi Iran “karena kami sedang bernegosiasi.” Trump juga menyebut Iran “berbicara masuk akal” saat ditanya alasan perubahan sikap tersebut. Pada Selasa malam, The New York Times melaporkan AS telah mengirimkan proposal 15 poin untuk mengakhiri perang, mengutip dua pejabat anonim. Proposal itu disebut disampaikan melalui Pakistan, namun belum jelas seberapa ...

PT Equityworld Futures Semarang – Emas Tertekan, Hormuz Macet dan The Fed Makin “Hawkish”

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas turun ke bawah US$5.000 per troy ounce pada Senin (16/3), memperpanjang tekanan setelah dua pekan melemah, ketika perang di Timur Tengah memasuki minggu ketiga dan pasar menilai dampak inflasi dari harga minyak yang tetap tinggi. Kenaikan energi memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan lebih berhati-hati melonggarkan kebijakan, mengurangi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil. Minyak berfluktuasi di atas US$100 per barel, sementara ketidakpastian durasi perang membuat pelaku pasar kesulitan mengukur dampak ke ekonomi. Seorang ajudan Presiden AS Donald Trump menyebut konflik bisa berlangsung empat hingga enam pekan, di tengah sinyal yang berubah-ubah: Trump mengatakan Iran ingin membuat kesepakatan namun Washington menginginkan syarat yang lebih baik, sementara Teheran menyatakan tidak meminta pembicaraan atau gencatan senjata. Akhir pekan, AS menyerang pusat ekspor minyak utama Iran dan Teheran melanjutkan serangan ter...

PT Equityworld Futures Semarang – AS Izinkan Pembelian Sementara Minyak Rusia yang Sudah di Laut

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Pemerintah AS pada Kamis memberi otorisasi sementara untuk pembelian minyak Rusia yang sudah “terjebak” di laut, sebagai upaya menstabilkan pasar energi. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kebijakan ini merupakan langkah “jangka pendek dan sangat terbatas” yang hanya berlaku untuk minyak yang sudah dalam perjalanan. CNBC melaporkan ada sekitar 124 juta barel minyak asal Rusia yang berada di laut di sekitar 30 lokasi global per 12 Maret, setara kira-kira pasokan lima hingga enam hari. Bessent menyebut lonjakan harga minyak saat ini sebagai gangguan yang “sementara”, dan menilai kebijakan tersebut akan memberi manfaat ekonomi dalam jangka panjang. Harga minyak berayun tajam sejak perang Iran dimulai, dengan minyak dilaporkan sempat mendekati US$120 per barel pada Senin. Brent, patokan global, ditutup sedikit di atas US$100 per barel pada Kamis setelah pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, berjanji mempertahankan penutupan Selat ...

PT Equityworld Futures Semarang – Bank Besar Proyeksikan Emas Tetap Kuat, Risiko “Higher-for-Longer” Mengintai

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Sejumlah bank investasi global kini melihat tren kenaikan emas masih berpeluang berlanjut, namun dengan volatilitas yang lebih tinggi. Narasi besarnya sama: emas tetap didukung oleh kombinasi pembelian bank sentral, kebutuhan lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik dan kebijakan, serta strategi diversifikasi aset. Di sisi lain, bank-bank juga menekankan bahwa jalur naik emas tidak akan mulus, karena risiko “higher-for-longer” bisa muncul bila inflasi bertahan—terutama dari sisi energi. Dari kubu Goldman Sachs, Reuters melaporkan bank ini menaikkan proyeksi harga emas akhir 2026 menjadi $5.400/oz (dari $4.900), dengan alasan utama diversifikasi menuju emas oleh sektor swasta dan bank sentral emerging market, di tengah ketidakpastian makro. Goldman pada intinya melihat demand struktural masih kuat dan menopang reli emas lebih lama dari perkiraan sebelumnya. Sementara itu, JPMorgan menegaskan bias bullish lebih agresif. Reuters menyebut JP...

PT Equityworld Futures Semarang – Emas Dalam Mode Wait and See, Fokus ke CPI AS

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas bergerak stabil hari ini, ditopang permintaan safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik, sementara pasar mulai mengalihkan fokus ke rilis inflasi AS (CPI) yang berpotensi mengubah ekspektasi arah suku bunga The Fed. Di pasar spot, emas turun tipis ke sekitar $5.195/oz, sementara gold futures AS justru melemah tipis—menandakan pasar masih “wait and see” menjelang data besar. Sentimen emas juga terbantu oleh tekanan inflasi yang sedikit mereda setelah harga minyak terkoreksi, seiring munculnya wacana/dukungan kebijakan terkait stabilisasi pasokan energi (termasuk pembahasan pelepasan cadangan oleh lembaga energi). Meski begitu, latar geopolitik tetap jadi penopang: perang AS–Israel vs Iran dan isu kelancaran arus energi masih menyisakan ketidakpastian, sehingga bid safe haven belum benar-benar hilang. Intinya, emas hari ini bergerak dalam mode headline-driven, namun katalis terdekat yang paling menentukan adalah angka CPI—karena itu...

PT Equityworld Futures Semarang – G7 Tahan Pelepasan Stok Minyak, Tapi Siapkan Tombol Darurat Redam Lonjakan Harga

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Negara-negara G7 menyatakan siap mengambil langkah untuk mendukung pasokan energi global, termasuk opsi pelepasan cadangan minyak strategis, namun untuk saat ini menahan keputusan pelepasan di tengah lonjakan harga minyak akibat perang AS-Israel melawan Iran. Dalam telekonferensi para menteri keuangan, terdapat konsensus luas untuk tidak melepas stok “terlalu cepat” sembari menunggu penilaian lebih lanjut atas kondisi pasar dan pasokan fisik. Sikap “siap bertindak, belum eksekusi” ini muncul ketika pasar minyak bergerak sangat volatil, dipicu kekhawatiran gangguan arus energi di kawasan Teluk dan jalur Selat Hormuz. Sejumlah laporan menyebut harga sempat melesat ke area di atas US$100 per barel sebelum terkoreksi tajam, seiring investor menilai peluang intervensi kebijakan dan perubahan risiko pasokan harian. Pejabat Prancis menyebut G7 “belum sampai di titik itu” untuk mengoordinasikan rilis stok, menandakan keputusan masih bergantung pada bukti...

PT Equityworld Futures Semarang – Krisis Energi Mode On: Minyak Melonjak, Komoditas Lain Ikut “Terseret”

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Minyak sedang bergerak dalam mode krisis pasokan (supply shock), bukan sekadar “risk premium”. Pemicu utamanya adalah kondisi di Selat Hormuz yang dilaporkan mengalami nyaris penghentian lalu lintas komersial, sehingga barel dari Teluk bukan cuma “berisiko”, tapi sulit bergerak secara fisik. Saat jalur ini macet, eksportir tidak bisa mengirim, stok cepat menumpuk, dan produsen dipaksa menahan/pangkas output—itulah kenapa harga bisa “meledak” dan volatilitasnya ekstrem. Dari sisi fundamental, pasar membaca perang Iran sebagai guncangan yang langsung memukul dua pilar: logistik dan produksi. Ketika shipping tersendat, bukan hanya pasokan global yang berkurang di atas kertas, tapi ketersediaan fisik untuk kilang dan pembeli menjadi ketat dalam hitungan hari. Di saat yang sama, negara-negara besar mulai membahas opsi darurat seperti rilis cadangan minyak strategis secara terkoordinasi (melalui mekanisme IEA/G7) untuk meredam lonjakan harga—namun lang...

PT Equityworld Futures Semarang – Premi Risiko Melejit, Minyak Catat Lonjakan Terbesar Sejak 2022

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga minyak masih melanjutkan penguatannya pada Jumat (6/3) meski bergerak fluktuatif, dengan pasar masih menilai gangguan pasokan akibat perang Timur Tengah yang memasuki hari ketujuh. Brent berada di sekitar $86 per barel dan WTI berada di atas $81 per barel, masih mencatat kenaikan sekitar 17% sepanjang pekan ini. Kenaikan ini menjadi lonjakan mingguan terbesar sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Sumber tekanan utama tetap Selat Hormuz, jalur energi strategis yang menampung sekitar seperlima arus minyak global. Arus komersial melemah tajam karena risiko keamanan, biaya asuransi, dan ketidakpastian operasional, memaksa beberapa produsen mulai menyesuaikan produksi dan rantai logistik. Gangguan juga merembet ke pasar produk olahan dan Asia. Reuters melaporkan pasokan fuel oil dari Timur Tengah ke Asia anjlok, mendorong kenaikan tajam harga bunker fuel di Singapura dan meningkatkan biaya pengapalan ketika pembeli mencari sumber alternatif d...

PT Equityworld Futures Semarang – Perak Stabil, Dolar Rebound dan Risiko Iran Jaga Volatilitas

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga perak bergerak cenderung datar pada Kamis (5/3), bertahan di sekitar US$83,83 per ons, naik tipis (sekitar 0,8%) dibanding penutupan sebelumnya, ketika penguatan dolar kembali menahan ruang penguatan logam mulia di tengah ketidakpastian konflik AS–Iran. Pasar tetap waspada karena konflik AS–Israel terhadap Iran memasuki hari keenam, menjaga premi risiko geopolitik dan membuat pergerakan perak cenderung sensitif terhadap headline eskalasi. Dalam perkembangan terbaru, serangan kapal selam AS yang menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka menambah kekhawatiran konflik melebar di luar Timur Tengah. Di sisi lain, pasar sempat mendapat “nada optimistis” setelah muncul laporan bahwa pihak Iran menjajaki kemungkinan pembicaraan damai dengan AS. Namun, Teheran kemudian membantah adanya pendekatan tersebut, membuat pelaku pasar kembali berhitung soal durasi konflik dan risiko gangguan ekonomi yang lebih lama. Pemerintahan Trump juga ...

PT Equityworld Futures Semarang – Minyak Rally, Arus Hormuz Jadi Titik Kritis

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga minyak memperpanjang lonjakan pada Rabu (4/3) seiring pasar terus menempel pada risiko gangguan pasokan akibat eskalasi konflik AS–Israel–Iran dan gangguan arus pengapalan di Selat Hormuz. Brent dan WTI menambah kenaikan setelah reli tajam dua hari terakhir, ketika premi risiko geopolitik kembali mendominasi pembentukan harga. Pada pukul 09.35 ET, Brent naik sekitar 3% ke kisaran US$84 per barel, sementara WTI menguat ke area US$76–77 per barel. Konflik yang memasuki hari kelima telah memicu kekhawatiran pasar bahwa gangguan logistik dapat merembet ke hulu produksi. Reuters melaporkan Irak memangkas output karena jalur ekspor terdampak, dengan pemangkasan terbesar terjadi di Rumaila dan West Qurna 2, dan ada risiko penurunan lebih dalam jika hambatan pengiriman berlanjut karena keterbatasan kapasitas penyimpanan di pelabuhan selatan. Selat Hormuz menjadi fokus karena merupakan titik sempit strategis bagi arus minyak dan LNG ...

PT Equityworld Futures Semarang – Emas Anjlok Usai Reli 4 Hari, Dolar & Yield Naik Saat Perang Timur

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas terkoreksi tajam setelah reli empat hari, ketika pasar menilai dampak perang Timur Tengah terhadap prospek dolar AS yang lebih kuat dan inflasi yang berpotensi lebih tinggi. Pada sesi Eropa, emas spot tercatat turun 3,8% ke $5.118,50 per ons pada 11:36 waktu London, menandai pembalikan cepat setelah minat safe-haven sempat mendominasi di awal eskalasi konflik. Tekanan utama datang dari kombinasi penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi AS, yang meningkatkan opportunity cost memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas. Indeks dolar (DXY) berada di kisaran 99,17 (+0,67%), sementara pasar suku bunga bergeser—ekspektasi pemangkasan Fed kini lebih condong ke September, lebih lambat dari perkiraan sebelumnya. Gejolak juga menyapu logam mulia lain. Perak ikut terpukul, dengan Reuters mencatat penurunan hingga sekitar 6,5% ke $83,63/oz pada perdagangan Selasa, mempertegas bahwa aksi jual bersifat luas dan tidak hanya terjadi pada ema...

PT Equityworld Futures Semarang – Gold Bertahan di Atas, Tarif Trump & Iran Masih Jadi Pemicu

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas (XAU/USD) bertahan dalam zona hijau pada paruh pertama sesi Eropa hari Kamis (26/2). Meski kenaikannya masih terbatas, bias pasar tetap condong positif karena aliran minat safe haven belum surut. Sementara pelaku pasar kini menunggu konfirmasi penguatan yang lebih meyakinkan—khususnya jika harga mampu bertahan dan diterima di atas area $5.200—sebelum mengambil posisi baru yang lebih agresif. Dukungan utama datang dari ketidakpastian kebijakan dagang Amerika Serikat. Setelah Mahkamah Agung memblokir banyak skema pajak impor luas yang sebelumnya didorong Presiden Donald Trump, Gedung Putih mengaktifkan Section 122 dalam Tariff Act 1974 untuk menerapkan tarif tambahan 10%. Trump kemudian menyebut tarif itu bisa dinaikkan menjadi 15%, sementara seorang pejabat Gedung Putih mengindikasikan administrasi masih mengupayakan kenaikan ke level tersebut. Ketidakpastian durasi serta arah kebijakan yang kerap berubah membuat investor tetap defensif...

PT Equityworld Futures Semarang – Emas Menguat, Tarif dan Agenda AS–Iran Kembali Jadi Pemicu

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas menguat pada Rabu (25/2), yang kembali bangkit pasca melemah pada sesi sebelumnya, ketika investor menilai dampak tarif impor baru AS dan menanti kelanjutan pembicaraan AS–Iran pekan ini. Pada pukul 04:25 waktu AS, spot gold naik 0,9% ke $5.187,64/oz, sementara emas berjangka AS menguat 0,6% ke $5.206,10/oz. Sebelumnya, emas turun 1,6% pada Selasa setelah reli empat sesi beruntun. Dukungan utama datang dari kebijakan perdagangan AS. Pemerintah AS mulai memungut tarif impor global sementara 10% sejak Selasa, dan sedang menyiapkan langkah untuk menaikkannya menjadi 15%. Langkah ini memicu ketidakpastian baru terkait prospek perdagangan global dan inflasi, terutama setelah putusan Mahkamah Agung pekan lalu membatalkan sebagian skema tarif sebelumnya sehingga Washington mengaktifkan kembali tarif lewat jalur hukum alternatif. Dari sisi geopolitik, pasar juga tetap memperhatikan risiko Timur Tengah menjelang putaran ketiga perundingan AS–Ir...

PT Equityworld Futures Semarang – Perak Pangkas Pelemahan, Aktivitas Naik Usai Libur Imlek

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga perak bergerak stabil di atas $88 per ons pada Selasa (24/2), setelah sempat turun di bawah $85 pada awal sesi. Aktivitas perdagangan meningkat seiring pelaku pasar dari China daratan kembali bertransaksi setelah libur panjang Tahun Baru Imlek, yang biasanya menambah volume dan volatilitas di komoditas. Pergerakan perak sebelumnya sempat sangat agresif: logam ini bersama sejumlah komoditas lain melonjak pada Januari, lalu mengalami koreksi tajam. Koreksi tersebut banyak dikaitkan dengan arus spekulatif, terutama dari pasar China, sehingga perak menjadi lebih sensitif terhadap perubahan posisi jangka pendek. Dari sisi kebijakan, investor menilai potensi turunnya beban tarif AS setelah Mahkamah Agung AS membatalkan tarif “resiprokal” yang pernah diberlakukan. Meski Presiden Donald Trump kemudian mengancam menaikkan tarif global dari 10% ke 15%, pasar memperkirakan China tetap berpeluang menghadapi rata-rata tarif yang lebih rendah pada ekspor...

PT Equityworld Futures Semarang – Emas Menguat, Tarif 15% Trump Guncang Pasar

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas naik setelah mencatat kenaikan selama tiga minggu berturut-turut, seiring ketidakpastian kebijakan dagang AS kembali mengguncang pasar dan menekan dolar. Investor cenderung masuk ke aset defensif, membuat emas kembali diburu di tengah meningkatnya risiko global. Emas batangan sempat menguat hingga 1,4% menuju US$5.180 per ons. Kenaikan terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif global 15%, sebagai respons atas putusan Mahkamah Agung yang menolak penggunaan kewenangan daruratnya untuk menerapkan bea masuk. Dolar yang melemah membuat emas lebih murah bagi pembeli non-AS, sehingga ikut memperkuat permintaan. Putusan pengadilan tersebut juga memunculkan keraguan atas sejumlah kesepakatan dagang yang sudah dinegosiasikan AS dengan mitra utama. Pejabat perdagangan Parlemen Eropa disebut akan mengusulkan penundaan ratifikasi perjanjian dengan Washington sampai situasi lebih jelas. India juga menunda agenda perjalanan ke AS, se...

PT Equityworld Futures Semarang – Emas Bertahan di Atas $5.000, Geopolitik Jadi “Pemicu”

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas masih bertahan di atas $5.000 per ons, didorong meningkatnya permintaan aset aman (safe haven) di tengah memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah. Pasar menyoroti pengerahan kekuatan militer AS di kawasan tersebut dan kekhawatiran potensi serangan terhadap Iran. Pada perdagangan awal, kontrak berjangka emas di New York naik 0,7% ke $5.030,70 per troy ounce. Pergerakan ini menunjukkan investor masih memilih emas sebagai perlindungan saat risiko geopolitik meningkat. Meski demikian, pasar emas masih berada dalam fase volatil. Harga sempat terkoreksi tajam dari rekor Januari, dan sejak itu pergerakannya cenderung “naik-turun cepat”—sebagian dipengaruhi aktivitas spekulatif yang tinggi. Soojin Kim dari MUFG menilai volatilitas memang besar, tetapi faktor penopang emas masih ada. Menurutnya, risiko geopolitik dan kecenderungan sebagian investor untuk mengurangi ketergantungan pada aset tradisional tetap menjadi alasan emas masih kuat b...

PT Equityworld Futures Semarang – Emas Terkoreksi Tipis di Bawah $5.000, Dolar Kuat & Data AS Jadi Penentu Hari Ini

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas bergerak melemah tipis pada Kamis (19/2) setelah reli tajam pada sesi sebelumnya, dengan pasar kembali menimbang arah suku bunga AS dan menunggu rangkaian data ekonomi penting. Spot gold turun sekitar 0,2% ke area $4.968/oz, sementara kontrak berjangka emas AS ikut melemah di kisaran $4.988/oz. Tekanan datang dari penguatan Dolar AS yang menyentuh level tertinggi lebih dari sepekan, membuat emas relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Pergerakan juga cenderung “mudah berubah” karena likuiditas Asia menipis seiring libur Imlek di beberapa pasar, sehingga fluktuasi harga bisa terlihat lebih tajam meski tanpa katalis baru yang besar. Fokus investor masih kuat pada pesan kebijakan The Fed. Risalah rapat FOMC (27–28 Januari 2026) menunjukkan para pejabat sepakat menahan suku bunga di 3,50%–3,75%, namun pandangan ke depan terbelah: sebagian membuka peluang pemangkasan bila disinflasi berlanjut, sementara sejumlah peserta juga menye...

PT Equityworld Futures Semarang – Gold Kembali Diatas $4900, Fokus Minutes Fed

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas kembali menguat dan naik di atas $4.900/oz setelah investor memanfaatkan penurunan dua hari sebelumnya untuk melakukan aksi beli (dip-buying). Penguatan terjadi dalam kondisi perdagangan yang cenderung tipis, karena libur Tahun Baru Imlek membuat beberapa pasar Asia tidak aktif. Di pasar berjangka New York, kontrak emas naik 0,8% menjadi $4.945,60 per troy ounce pada perdagangan awal. Pemulihan ini menandakan minat beli masih muncul saat harga terkoreksi, meskipun volatilitas tetap berpotensi tinggi akibat likuiditas yang lebih rendah. Menurut Soojin Kim dari MUFG, dalam jangka pendek pasar masih sangat dipengaruhi oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga. Ia menilai biaya pinjaman yang lebih rendah akan mendukung aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding) seperti emas. Untuk jangka lebih panjang, sejumlah bank besar masih memperkirakan emas berpeluang kembali menguat. Mereka mengacu pada faktor yang dinilai ...

PT Equityworld Futures Semarang – Narasi Cut Rate Menguat, Emas Ikut Terangkat

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas menguat pada Rabu (11/2), ditopang pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS setelah data ekonomi terbaru memperkuat narasi bahwa Federal Reserve berpeluang melanjutkan pelonggaran kebijakan. Investor kini bersikap lebih defensif sambil menunggu rilis Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang berpotensi menjadi pemicu volatilitas berikutnya. Berdasarkan pembaruan harga spot, emas spot berada di sekitar $5.076,10 per ons, naik $34,20 (+0,68%). Data tersebut tercatat pada 4:43 AM ET (setara sekitar 16:43 WIB). Di pasar derivatif, emas berjangka AS juga menguat. Kontrak April tercatat naik sekitar 0,8% ke area $5.072,60 per ons, sejalan dengan tren penguatan emas spot dan melemahnya dolar. Pemicu utama datang dari sisi data: penjualan ritel AS Desember stagnan, di bawah ekspektasi pasar. Sinyal konsumsi yang melemah ini mendorong pelaku pasar kembali menaikkan probabilitas pemangkasan suku bunga, karena perlambatan permintaan dinilai d...

PT Equityworld Futures Semarang – Emas Koreksi, Tapi Geopolitik Pegang Kendali

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Emas koreksi tipis di sesi Eropa hari Selasa (10/2), tapi masih bertahan di atas $5.000/oz karena pasar lagi “nahan napas” jelang rangkaian data AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Emas spot turun sekitar 0,2% ke $5.047,11/oz. Yang membuat emas tetap bertahan bukan cuma soal data dan dolar yang cenderung melemah, tapi juga karena risk premium geopolitik belum hilang. Paling panas: tensi AS–Iran kembali bikin Selat Hormuz jadi sorotan. AS baru mengeluarkan panduan bagi kapal berbendera AS yang melintas agar menjauh dari perairan teritorial Iran dan menolak permintaan naik kapal secara verbal—sinyal bahwa Washington menganggap risiko di jalur energi terpenting dunia itu sedang “naik level”. Pasar paham betul, Hormuz itu bukan sekadar headline: sebagian besar aliran energi kawasan Teluk lewat jalur itu, jadi setiap eskalasi (bahkan cuma “aturan melintas”) bisa mengubah kalkulasi risiko suplai. Apalagi, meski pembicaraan nuklir AS–Iran yang ...

PT Equityworld Futures Semarang – Ketidakpastian Global Dorong Emas Menguat

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas global kembali menguat di atas level penting, dipicu oleh faktor-faktor fundamental yang kini makin mendukung permintaan terhadap logam mulia. Pelemahan dolar AS membuat emas lebih murah bagi pembeli berbasis mata uang lain. Sementara pelaku pasar menantikan rilis data ekonomi penting AS yang dapat memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed — kondisi yang historis menguntungkan aset non-yield seperti emas karena menekan imbal hasil riil dan menaikkan daya tarik logam sebagai lindung nilai terhadap risiko pasar dan inflasi. Harga Emas pada saat analisis ini adalah $5.020 - Beli jika harga bergerak di bawah $5.035 - Jual jika harga bergerak di bawah $5.009   Resistance 2: $5.076 Resistance 1: $5.050   Support 1: $4.998 Support 2: $4.972 Penafian: Artikel ini bersifat analitis dan bukan merupakan referensi definitif. Harap pertimbangkan pengaruh perkembangan fundamental dan teknikal dalam perdagangan sebelum membuat ke...

PT Equityworld Futures Semarang – Perak “Flash Crash” Lalu Rebound

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Harga perak (XAG/USD) kembali seperti "roller coaster“ pada Jumat (6/2). Setelah anjlok hampir 10% di awal sesi dan sempat menyentuh area $64-an, perak berbalik arah dan menguat tajam. Fenomena ini mempertegas bahwa perak lagi berada di fase pasar paling liar—naik-turunnya jauh lebih ekstrem dibanding emas. Memasuki sesi Eropa, perak sudah kembali diperdagangkan di atas $73 per ons, dengan harga terbaru di kisaran $73,7–$73,9. Pergerakan ini membuat perak mencatat kenaikan harian lebih dari 3% dari level rendahnya, walau jalannya sangat “bergelombang.” Kenapa perak bisa lebih brutal dari emas? Karena ukuran pasar perak lebih kecil, likuiditas lebih tipis, dan posisi spekulatif biasanya lebih “gemuk.” Begitu sentimen berubah, perak gampang kena efek stop-loss beruntun dan forced liquidation, lalu disusul rebound ketika short-covering dan pembeli “diskon” masuk. Walau hari ini mantul, posisi perak secara besar masih belum pulih: perak masih berada...

PT Equityworld Futures Semarang – Jelang Talks AS–Iran, Emas Tertekan: Dolar Jadi Rem Utama

Gambar
  PT Equityworld Futures Semarang – Emas (XAU/USD) melemah lagi pada sesi Eropa Kamis (5/2). Setelah sempat memantul dari area bawah $4.800, reli intraday mulai kehilangan tenaga dan harga balik tertekan di tengah kombinasi sentimen “risk-off vs risk-on” yang masih tarik-ulur. Pada pantauan terbaru, emas berada di kisaran $4.86K–$4.88K/oz, turun sekitar 1,5% sampai 2,0% dibanding penutupan sebelumnya. Rentang hariannya juga lebar—bergerak dari sekitar $4.790 hingga $5.024—menandakan volatilitas masih tinggi dan pasar belum dapat “harga nyaman” pasca kejatuhan besar pekan lalu. Penekan utama datang dari Dolar AS yang menguat. Greenback sempat naik ke area tertinggi dua minggu, bikin emas (yang dihargai dalam USD) jadi relatif lebih mahal untuk pembeli non-AS dan mengurangi dorongan beli jangka pendek. Dari sisi geopolitik, ketegangan AS–Iran masih jadi headline, tapi pasar juga membaca peluang de-eskalasi setelah pembicaraan AS–Iran di Oman (Jumat) makin jelas arahnya. Efeknya: dema...

Member of :

KBI | PT EQUITYWORLD FUTURES BAPPEBTI | PT EQUITYWORLD FUTURES JFX | PT EQUITYWORLD FUTURES ForexIndonesia | PT EQUITYWORLD FUTURES